Agus Kadus Tanjung Batu Beberkan Ada Puluhan Ponton Ti Ilegal Dikoordinir Zambi Bahkan Heri Pun Ikut Nyanting Pasir Timah

RIAU SILIP_BANGKA – Mediabhayangkara1.com | Agus Kepala Dusun (Kadus) Tanjung Batu yang disebut mengkoordinir puluhan ponton Ti yang beraktifitas di kawasan perairan Kianak wilayah desa Barbara, justru merasa dituding sepihak orang yang disebut mengkoordinir penambangan ilegal ponton Ti atas pemberitaan tersebut.

Pasalnya puluhan ponton Ti yang beroperasi dikawasan perairan Kianak tersebut juga dikoordinir oleh oknum warga setempat, bahkan oknum warga yang berkoar-koar di media online tersebut setiap hari ikut ‘nyanting’ pasir timah di ponton Ti yang beraktifitas.

Bahkan ditegaskan Agus bahwa dirinya tidak pernah menyuruh para pemilik ponton Ti itu untuk menambang di perairan kawasan Kianak meskipun perairan tersebut masuk wilayah administrasi dusun Tanjung Batu.

Kepada jejaring media pers Babel, Kadus Tanjung Batu Agus mengklarifikasi terkait pemberitaan itu terkesan menuding puluhan ponton Ti yang beraktifitas dikoordinir olehnya.

Justru terlebih diungkapkannya bahwa ada beberapa oknum warga setempat yang juga mengkoordinir kegiatan beraktifitas penambangan timah illegal menggunakan ponton Ti.

Kendati dirinya tidak menampik memang ada sebagian dari warganya yang memberitahu kepada dirinya menambang dikawasan perairan Kianak, sehingga dirinya disebut-sebut orang mengkoordinir ponton Ti yang beraktifitas di perairan tersebut.

Selain itu ia juga mengungkapkan Heri, oknum warga yang berkoar-koar dimedia online justru setiap saat meminta jatah ‘cantingan’ mengatasnamakan warga setempat kepada penambangan atau pemilik ponton Ti.

” Sedangkan di situ ponton-ponton yang paling banyak binaaannya itu kubu Zambi sekitar 50 lebih ponton, yang sekarang bersembunyi di sungai-sungai mungkin karena ada pemberitaan di media-media, “ungkap Agus yang disampaikan melalui rilisnya, Selasa (30/11/2021).

Lanjutnya,”Sedangkan awal yang kerja di pulau Kianak tersebut itu warga berbura lah yang memulainya yang dikoordinir oleh Zambi yang mingguannya 1 jt, yang persen koordinasinya dipotong 15%, timah nya 35 % ditampung di pos penimbangan oleh Zambi, bahkan ada 3 cantingan info dari penambang,”ungkapnya.

Bahkan diungkapnya, warga yang menambang di perairan Kianak sebagian hasilnya untuk tiga dusun di desa Berbura.

“Kita bagi ke 3 dusun yang ada di desa Berbura, malahan dusun Rambang lebih besar porsinya kita bagi dari dusun Buhir dan Bernai. Dengan nelayan juga kita hubungannya baik, terbukti kita berbagi cantingan dengan nelayan-nelayan dari Rambang dari kgiatan kita,”beber Kadus Tanjung Batu.

Agus juga menyindir pernyataan Zambi, bahwa warga Berbura tidak ada yang menambang? justru Kadus ini berani menunjukan ponton binaan Zambi saat ini sedang bersembunyi.

“bisa nggak dia membuktikan di situ, kalau mau buktikan akan saya bawa tempat-tempat persembunyian ponton-ponton dari Berbura di sungai-sungai Dan di pelabuhan Bernai,

Intinya pernyataan di media-media bahwa masyarakat Berbura komplain dengan kegiatan kita disitu ,pertanyaan saya, masyarakat yg mana,kalo cuma seglintir orang berarti itu oknum dari Berbura yang merusuh kita karena ada kepentingan tertentu,

Jangan ponton-ponton ilegal mereka bersembunyi di sungai kalau terjadi masalah seperti ini, itu namanya pengecut, melempar kesalahan dengan orang lain dengan fitnah-fitnahan mereka,”tegas Agus.

Dipertegas Agus,” Intinya yang bekerja di tempat kita sekarang ini selain dari warga Tanjung Batu, banyak pula ponton-ponton dari Berbura, dan kalau mau membasmi kegiatan kita yang jelas untuk Berbura, basmikan dulu puluhan ponton-ponton mereka yang sekarang sembunyi di sungai dan pelabuhan Bernai, karena ponton-ponton mereka lah yang memulainya, kami cuma kena imbasnya,”tegasnya.

Kendati demikian, dirinya selaku Kepala Dusun perwakilan warga Tanjung Batu sangat mendukung adanya penertiban penambangan ilegal dikawasan perairan pulau Kianak namun ia berharap tidak adanya tebang pilih.

” Kalau mau di bersihkan kgiatan di Kianak, ayo kita bersihkan selamanya, jangan ada satu pun yang berkegiatan disitu sampai kapan pun biar tidak terkesan tebang pilih. Ini sebenar fakta yang terjadi di lapangan.” pungkasnya.

Saat berita ini dipublis sejumlah nama yang disebut oleh narasumber jejaring media Pers Babel masih dalam upaya di konfirmasi.

 

 

Syamsul Bahri

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: