Berawal Dari Konfirmasi Dugaan Ijazah Madrasah Tsanawiyah Palsu Kades Bunijaya Lecehkan Wartawan, Pimred MB1 : Itu bisa dipidanakan

KABUPATEN BANDUNG BARAT – Mediabhayangkara1.com | Berawal dari pra realese pemberitaan menyangkut Dugaan Ijazah Tsanawiyah palsu yang dishare ke WhatsApp H. Jf, Kepala Desa Bunijaya Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat, beliau menepis katanya “bahwa itu tidak benar dan pembunuhan karakter,” katanya.

H. JF yang juga aktif sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Gununghalu tersebut meminta kepada pewarta MB1 agar jangan dionlinekan dulu terkait pra realese pemberitaan tentang dugaan ijazah palsunya itu.

“ada bagusnya kita ketemu didarat sambil silaturrahmi untuk memanjangkan tali persaudaraan,” ucap dirinya lewat Voice Note di WhatsApp.

Diketahui, faktanya, Ada pun janji manis beliau untuk bertemu didarat ternyata hanya akal akalan bulus JF saja, untuk mengulur waktu. Hingga memasuki minggu ketiga dan minggu ke empat, untuk konfirmasi lebih lanjut oleh awak MB1, dirinya dengan berbagai alasan. Justru JF dengan sengaja ingkar janji, hingga pemberitaan ini diterbitkankan tidak ada realisasi dari janjinya untuk perihal konfirmasi kepada MB1.

HM sebagai Wartawati MB1 yang akhirnya menindaklanjuti tentang pra realese dugaan ijazah palsu H. JF, menurut sumber red-, dirinya mempersilahkan untuk mengkonfirmasi langsung ke pihak Kepala Sekolah MTS nya. dan ketika di Cek n Ricek ke- Kementerian Agama RI,  ternyata tidak muncul nama JF terdaftar sebagai Alumni MTS Gununghalu.

Sangat disayangkan konfirmasi HM melalui Chatting WhatsApp ke JF justru dijawab melalui Voice Note yang di Share ke WhatsApp HM, dan ketika dibuka, dalam Voice Note HM, terdengar adanya bahasa tidak senonoh terjadi kata pelecehan, penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan dari H. JF yang ditujukan ke HM dan US.

Tepatnya di hari Senin, 21 Maret 2022, JF sebagai Kades Bunijaya mengirim Voice Note yang berisi kan rekaman suara “Tah yet langsung kirim keun we ka cucungik bebengok wartawan anjing tah aing janji kamari teh rek mere duit da heeuh da lah ngaganggu pa gawean atuh da,” Kata JF, dalam Voice note WhatsAppnya menggunakan bahasa daerah.

Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia Voice Note yang dikirimkan HJ, sebagai kepala desa kepada Pewarta MB1, yang berbunyi, “Ini Heti langsung kasihkan saja ke Hidung atau Muka Wartawan Anjing, kan saya janji Kemaren tu mau ngasih Uang, dan sudah mengganggu pekerjaan dia itu,” katanya jika diartikan ke dalam bahasa indonesia.

Hal yang diungkapkan oleh HJ, sebagai kepala desa Bunijaya, sangat tidak wajar dan sangat melecehkan profesi jurnalis seorang wartawan sebagai pencari informasi untuk publikasi kepada masyarakat.

JF pun melalui Voice Note sempat mengklarifikasi atas pembicaraannya yang sangat melecehkan insan pers itu, bahwa kata dia, dirinya tidak sopan, tidak senonoh, tidak manusiawi, bahkan JF mengatakan “saya sedang banyak masalah, saya mohon maaf atas pembicaraan kasar saya, bahkan kalau perlu kata yang didengarkan oleh redaksi di Voice Notenya, saya siap cium tangan cium kaki saudara. Sekali lagi saya mohon maaf atas kekurangan dalam pembicaraan saya,” pungkas JF.

Pimpinan Redaksi, MB1, Jubilli Sitompul, sangat menyayangkan atas pernyataan seorang pemangku jabatan yang diberikan kepada JF, yaitu sebagai seorang kepala desa. Sambung dia, sikap dan gaya bicaranya sangat tidak mencerminkan seorang pemimpin dan pemangku amanah dalam jabatanya.

“Seorang jurnalis atau wartawan itu sudah mempunyai tupoksinya, dan dalam menjalankan tugasnya sudah dilindungi kode etik dan UU pers Nomor 40 tahun 1999, yang mengatur, jadi jangan anggap itu sepele, terlebih adanya pelecehan, merendahkan dan menginjak marwah insan pers di tanah air,” Kata dia.

Menurutnya, tindakan JF itu sudah bertentangan dengan aturan UU pers dan sudah menyangkut pelecehan, bahkan sudah dapat dipidanakan ke pihak penegak hukum.

“ini jelas bisa dipidanakan, ada pasal didalam UU pers, sudah diatur disitu,” ujarnya.

Sambung dia, inilah yang mesti dijadikan pelajaran oleh JF bukan malah melakukan penghinaan cacian kepada Jurnalis yang sedang menjalankan tugas profesinya, karna perbuatan perkataan H. JF sebagai kepala Desa yang juga merangkap sebagai ketua Apdesi Kecamatan Gununghalu sudah lebih dari melecehkan merendahkan menginjak – injak harga diri Wartawan disaat menjalankan tugasnya.

Pewarta MB1 meminta dengan tegas agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Bandung Barat dengan Bupati Bandung Barat, agar memberikan sanksi Administrasi kepada Kepala Desa Bunijaya Kecamatan Gununghalu yang Arogansi sudah tidak manusiawi melecehkan dan menghina Profesi jurnalis.

 

 

 

 

Us_Red MB1

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: