Bertahun-Tahun Berdirinya Bangunan Liar di Kuta Baru Dapat Protes Keras Warga dan Paguyuban Ruko

BHAYANGKARA 1_KABUPATEN TANGERANG | Kabupaten Tangerang (19/9/2021) – Warga Pemilik Ruko bersama Forum RW 03, RW 04 Kelurahan Kuta Baru Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, melakukan protes kepada Lurah setempat. Pasalnya lahan fasum milik Ruko tersebut telah didirikan bangunan liar bertahun-tahun oleh oknum para pedagang kaki lima tanpa ada penindakan dari aparatur pemerintah terkait.

beberapa pemilik Ruko yang enggan disebut namanya mengeluh, sebab bangunan liar pedagang kaki lima yang menjajakan jenis aneka ragam dagangan tersebut berdiri di sepanjang lahan fasum hampir menutupi setengah badan bangunan Ruko miliknya.

” Ini jelas merugikan kami, sebab pelanggan yang hendak berbelanja mengalami kesulitan karena aksesnya menyempit, parkir motor saja tidak bisa apalagi kendaraan roda empat,” keluhnya. Jumat (17/09/2021).

Ketua Paguyuban Asril  Pemilik Ruko kepada  awak media menjelaskan antara pemilik ruko dan perwakilan pedagang kaki lima sempat diadakan pertemuan didampingi aparat terkait bahkan perwakilan dari Kecamatan Pasar Kemis juga hadir guna mencari solusi terkait keberadaan tenda semi permanen liar tersebut tapi sampai hari ini belum ada titik temu.

” Kami berharap selama belum ada titik temu terkait bangunan liar ini, jangan ada kegiatan apapun di depan ruko kami, dan pemerintah harusnya tegas terhadap bangunan liar yang didirikan di atas fasum,” tegas perwakilan dari para pemilik Ruko.

Dirinya juga berharap agar masalah ini tidak berlarut – larut kiranya aparat setempat dapat menata kembali sesuai regulasi yang berlaku di negeri ini, sehingga para pemilik Ruko bisa mendapatkan apa yang sudah menjadi haknya.

” Sebenarnya kami para pemilik ruko juga tidak kaku, sebab dalam musyawarah pertama telah kami ajukan supaya jualannya bergiliran, dan bangunannya tidak permanen tapi yang bisa di bongkar pasang, silahkan mereka buka lapak dari jam 4 sore hingga malam hari. Paginya giliran kami berjualan hingga sore hari,” ucap Dwi dan Ak sebagai perwakilan dari pemilik ruko.

Salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak mau namanya di tulis kepada media menjelaskan bahwa dirinya sudah membayar sejumlah sebagai uang sewa kepada oknum seseorang yang mengaku bertanggung jawab atas keberadaan PKL.

” Saya disini sewa setiap tahunnya dan tiap hari pun bayar uang kebersihan,” ucap salah satu PKL yang tidak mau menyebutkan identitasnya kepada awak media.

Perwakilan dari Kecamatan pasar kemis menyampaikan permohonan ma’af atas ketidak hadiran dalam acara tersebut.

” Mohon ma’af Bapak Camat tidak bisa hadir karena sedang ada tugas lain, tetapi beliau berjanji kasus ini akan segera diselesaikan,” ucapnya.

 

 

 

Red_MB1

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: