Degaan Pungli Pencairan BST Modusnya Simpanan Sosial Sepengetahuan Lurah Garuda

KOTA BANDUNG – Mediahayangkara1.com |┬áDilansir dari salah satu media online dengan tegas Kemensos mengatakan bahwa semua pihak untuk mengawal dan memastikan bantuan sosial tunai (BST) diterima masyarakat sesuai ketentuan.

Lanjut Kemensos penyaluran bantuan sosial tunai kepada masing – masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak ada potongan dalam bentuk apapun, bansos BST cair dengan nominal sebesar Rp. 600.000 per- Kepala Keluarga atau per KPM.

Penyaluran bansos BST Rp.600.000 harus sesuai ketentuan dari aspek jumlah, kualitas barang, ketepatan sasaran, dan pemenuhan hak-hak penerima agar terciptanya kesejahteraan bagi keluarga penerima manfaat (KPM)

Jika keluarga penerima dana Bansos BST sebesar Rp.600.000 diminta oleh siapa pun, mau kader, RT, RW, atau dari pihak Kelurahan langsung saja menolak atau jika ada pungutan liar dana bansos dan penyelewengan dana oleh oknum laporkan ke Kepolisian atau melalui lapor.go.id, jaga id, wbs.kemensos.go.id

Berbeda dengan apa yang diklasifikasi oleh Fasilitator Poskesos Kelurahan Garuda Kecamatan Andir Kota Bandung, GW, tanpa basa – basi mengklarifikasi, kata dia, “apa saudara semua dari awak media ada dokumentasi video seperti yang saya punya ini, kalau nggak ada sama saja bohong,” tutur GW.

Masih klasifikasi GW yang didampingi para Kader RW, menyangkut gesek ATM memang ada kami potong Rp. 5000, dan Rp. 5000 lagi saat pengambilan sembako lagi untuk menambal bagi masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan, dan lagi untuk uang transportasi pengurusan ke Dinsos sebanyak 495 KPM juga dipungut Rp.10.000, “tapi itu buat uang sosial yang dibagikan setiap bulan kepada masyarakat dan diketahui oleh SD Lurah Garuda Kecamatan Andir Kota bandung,” pungkas GW.

Sedangkan Konfirmasi pungutan liar, dituding adanya intimidasi penghapusan data kepada ratusan KPM, apabila tidak mau berbagi atau tidak memberikan uang jasa maka kedepan akan di coret dari calon penerima BST, termasuk tim relawan kelurahan berinisial AM setiap memvalidasi, memverifikasi data tidak gratis bayar Rp.10.000, dan apabila nggak mau bayar pihak relawan juga mengancam akan menghapus data calon KPM BST.

“Tidak ada satu pun hasil temuan penyelewengan juga hasil konfirmasi awak media yang hadir pada hari kamis 23 Maret 2022 yang lalu, itu semua bohong,” tutur GW.

Padahal sebelum para awak media ke Kelurahan Garuda, sudah mendatangi puluhan penerima BST yang membenarkan bahwa pungutan dan diketahui oleh SD, modus operandinya untuk uang tabungan sosial dan tidak semua warga masyarakat Garuda, tapi hanya bagi penerima BST saja.

Serta tudingan adanya Kejanggalan terhadap komoditi yang diterima oleh KPM estimasinya tidak sebesar pagu anggaran yang KPM terima, termasuk ada keluhan KPM bahwa mereka digiring belanja ke salah satu warung yang sudah dikondisikan oleh salah satu Oknum Pegawai Kelurahan berinisial IS, disela konfirmasi GW bahkan Curhat katanya “petugas Poskesos adalah Sukarelawan tanpa ada honor dari Kelurahan atau Pemerintah, jadi wajar saja ungkap GW kami memotong sedikit dana BST buat transportasi ke Dinsos Kota Bandung,” ungkap GW

Hal yang lebih menarik lagi Klasifikasi SD Lurah Garuda dalam Chattingnya yang masuk ke WhatsApp Pewarta MB1, “yang mau saya tanya itu dapat berita dari mana, terus apa ada konfirmasi kroscek kebenaran berita itu ke pihak kami,” pungkas SD.

“Kenapa direlease tanpa tau itu benar atau tidaknya iya kalau benar, kalau salah kan jatuhnya jadi fitnah jadi ada bagusnya di kroscek juga ke pihak Kelurahan, bahkan ada kata yang manis kepada Pewarta MB1, saya yakin anda sudah senior, masa iya seperti ini, apa ada cek n ricek ke Kelurahan agar tidak sepihak, sudah tanya kebenarannya,”tuturnya lagi, SD.

Faktanya justru berbeda, SD ketika beberapa awak media menghadiri undangannya untuk mengklarifikasi tentang Pungli BST justru sebaliknya beliau menghindar mengatakan sedang berada di Kecamatan, silakan ketemu dengan Poskesos mereka sudah menunggu.

Dinas Sosial Kota Bandung dengan Inspektorat Kota Bandung dipertanyakan, atensi Unit Tipikor Polrestabes, Subdit Tipikor Polda Jabar, Saber Pungli Polda Jabar diminta agar melidik memanggil Lurah Garuda yang terindikasi ikut mengetahui dan berperan dalam pungutan liar Bantuan Sosial Tunai (BST) ke Keluarga Penerima Manfaat sebanyak 495 KK.

 

 

 

Us_Red MB1

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: