“Diduga” Alasan Peralatan Operasi Rusak, RSUD Cileungsi Tolak Pasien Pengguna BPJS Kesehatan¬†

BHAYANGKARA 1 – Cileungsi – BOGOR – Rumah Sakit Umum Daerah Cileungsi “diduga” Menolak pasien gunakan Program BPJS Kesehatan dengan Alasan Peralatan Operasi di RSUD Cileungsi tidak bisa digunakan alias rusak.


Ribetnya menggunakan program BPJS Kesehatan membuat para pasien resah akibat sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan, terlebih di rumah sakit pemerintah.


Sebut saja salah seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan Aktif, MD (65) tahun menderita penyakit Gangguan pada Prostat. Dirinya harus melaksanakan operasi gangguan saluran air seni.


MD menjelaskan bahwa dirinya datang ke RSUD Cileungsi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan serta berharap penyakit yang diderita MD dapat sembuh. Sesampainya MD di RSUD Ia pun ditangani dengan baik oleh pihak Rumah sakit, karna MD mendaftar sebagai pasien berbayar (Umum).


“Pada waktu datang ke RSUD cileungsi saya belum pakai BPJS Kesehatan. Dan mendaftar sebagai pasien umum (bayar),” kata MD kepada Bhayangkara 1, Senin (5/10/20).


MD menceritakan sebagai pasien berbayar dirinya sempat mendapat pelayanan, bukan itu saja bahkan dirinya disarankan oleh dokter unit instalasi poli urologi untuk melakukan USG dan Rontgen, dan jika nanti hasilnya harus ada penanganan operasi akan segera dilakukan. MD pun sebagai pasien mengikuti saran dokter untuk di USG dan Rontgen.


“USG dan Rontgen saya jalani, karna anjuran dokter Urologi. Dan hasilnya nanti akan di lihat dokter. Jika nanti perlu tindakan operasi, dokter katakan akan segera dilakukan operasi secepatnya” Kata MD.


Bebayang mahalnya biaya penanganan operasi, MD pun mendaftarkan dirinya mengikuti program BPJSkes dan berharap biaya operasi nantinya dapat dikaper oleh BPJSkes.


Lanjut MD mengatakan, akan tetapi setelah BPJSkes dirinya aktif dan bisa digunakan, pihak rumah sakit menyuruhnya untuk pindah ke rumah sakit lain dengan meminta rujukan dari klinik yang ditunjuk BPJSkes, alasannya peralatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi rusak dan tidak bisa digunakan.


Terkait Peralatan Operasi Rusak dan tidak bisa dipakai, saat di konfirmasi, Ketua 1 Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor, Mu’ad Khalim berpendapat banyak anggaran yang digelontorkan untuk RSUD Cileungsi salah satunya anggaran untuk perawatan peralatan.


“banyak sekali anggarannya untuk perawatan peralatan di RSUD Cileungsi,” Jelas Mu’ad Khalim, kepada Bhayangkara 1, Senin (5/10/20).


Lanjut Mu’ad Khalim, Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor yang membidangi kesehatan, menurutnya pihak rumah sakit umum daerah cileungsi seharusnya tetap melayani pasien. Kalaupun pasien harus dirujuk ke RS lain karna peralatan operasi rusak, RSUD harus memberi rujukan karna itu aturannya.


” Mau itu pasien BPJS atau pasien bayar mandiri tidak ada kaitannya. Yang penting harus ditangani, kalau tidak ada peralatan ya di rujuk ke RS yang ada dan berikan surat rujukannya. Bukan menyuruh pasien,” tegas Mu’ad Khalim. // BILLY

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: