Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Pada 2019 Verifikasi Pengawasan, Pembinaan, dan Berikan Sanksi Administratif Kepada Perusahaan yang Di Duga lakukan pencemaran Sungai Cileungsi


BHAYANGKARA 1 – Kabupaten Bogor – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor melakukan verifikasi berupa pengawasan, pembinaan, serta berikan sanksi administratif terhadap perusahaan – perusahaan yang diduga telah melakukan pencemaran air pada sungai Cileungsi dan anak sungai Cileungsi pada tahun 2019. Akan tetapi masih banyak saja Perusahaan yang melakukan pencemaran terhadap sungai cileungsi sampai saat ini.


Berikut Hasil verifikasi yang dilakukan DLH Kabupaten Bogor di 2019 terhadap 54 perusaahan diantaranya 22 (dua puluh dua ) perusahaan, kegiatan usaha telah memenuhi rekomendasi atau selesai. 11 (sebelas) perusahaan pelaku usaha dalam proses perbaikan, 2 (dua) perusahaan dilimpahkan dari Polda Jawabarat ke DLH Kabupaten Bogor, 1 (satu) perusahaan dalam proses di Pengadilan Negeri Cibinong, 4 ( empat ) perusahaan telah menghentikan kegiatan atau tidak beroperasi, 1 (satu) perusahaan menghentikan kegiatan sementara, 1 (satu) perusahaan dalam penanganan Polda Jabar, 3 (tiga) perusahaan dalam penanganan KLH, 1 (satu ) perusahaan diminta merelokasi kegiatannya, 2 (dua) perusahaan dalam penanganan Polisi Pamong Praja (Pol PP), 6 (enam) perusahaan telah dilakukan penutupan saluran pembuangan air limbah secara permanen oleh tim gabungan DLH, Polres, dan Kodim.
Berdasarkan hasil gelar perkara Polda Jabar tanggal 18 September 2019, menyatakan bahwa PT. Joen Mode dan PT. Global Senturi diserahkan kembali kepada DLH Kabupaten Bogor untuk dilakukan pembinaan dan pengawasan.


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama tim Polres dan Kodim telah melakukan penutupan saluran pembuangan air limbah secara permanen terhadap perusahaan yang Diduga melakukan pencemaran pada sungai Cileungsi yang berada diluar dari data 54 (lima puluh empat) perusahaan kegiatan usaha, yaitu, PT. Sejahtera Usaha Bersama, PT. Bumi Wana Usaha Jaya, PT. Aneka Bona Citra, PT. Bitutek, PT. Ficampindo, PT. Surya Kharisma Mandiri, PT. Sari Keramindo Internasional, PT. Perindo Mas Agung Jaya, PT. Trafcom Indonesia Perkasa, PT. Bona Batu Cemerlang, dan PT. Simone Accesary Collection.


Berdasarkan hasil rapat pembahasan monitoring penanganan pencemaran sungai Cileungsi yang dilaksanakan di Gedung Ombudsman Republik Indonesia, pada Jumat 20, September 2019 yang di pimpin oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, yang dihadiri oleh, Gubernur Jawa Barat, Direktur Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat beserta jajarannya, Perwakilan Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kepala DLH Kabupaten Bogor berserta jajaran, dan Direktur PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi.


Bahwa hasil rapat tersebut adalah pelimpahan penanganan sungai cileungsi yang diambil alih oleh DLH Provinsi Jawa barat, sebagaimana tertera dalam Peraturan Pemerintah, Republik Indonesia NO. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan kualitas Air, Pasal 5 ayat (2) mengatur bahwa Pemerintah Provinsi mengkoordinasikan pengelolaan kualitas air Lintas Kabupaten dan Kota. //BILLY

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: