DPC AWPI Kota Bekasi, Serahkan Surat Laporan Resmi Terkait Pelanggaran PPKM ke Satpol PP 

BHAYANGKARA 1_KOTA BEKASI | Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) DPC Kota Bekasi secara resmi menyerahkan laporan ke pihak Satpol PP Kota Bekasi terkait pelanggaran yang terjadi di masa PPKM Darurat ini.

“Kami tim investigasi AWPI DPC Kota Bekasi melaporkan secara resmi pelanggaran yang terjadi di masa PPKM Darurat ke pihak satpol PP kota Bekasi, diantaranya pelanggaran prokes yang dilakukan oleh para pekerja Under pass Bulak Kapal Bekasi Timur dan THM Dinasty di kawasan CBD Bekasi Town Square,” ujar Ketua AWPI DPC Kota Bekasi Jerry kepada awak media, Rabu 21/7/21 di gedung Satpol PP Kota Bekasi.

Jerry mengatakan, terkait laporan yang kami layangkan, kami meminta kepada Kasatpol PP untuk menindak tegas para pelanggar dan mengevaluasi kinerja anggota Satpol PP yang tidak responsif terhadap aduan dari masyarakat.

“Kami meminta Satpol PP agar tidak tebang piliih dalam melakukan penindakan pelanggaran di masa PPKM ini, dan kami meminta kepada Kasatpol PP agar mengevaluasi anggotanya yang dinilai kurang sigap dan terkesan lambat dalam menanggapi laporan dari masyarakat,” katanya.

Sekretaris Dinas Satpol PP Kota Bekasi Amran saat ditemui tim AWPI menjelaskan, terkait laporan yang di layangkan oleh AWPI DPC Kota Bekasi pihaknya sudah melakukan penindakan terhadap THM yang melanggar PPKM Darurat.

“Kami sudah menyegel THM Dinasti, ini fotonya ya bang, dan kami juga sudah menegur para pekerja di under pass juga. Langsung kami tindak setelah mendapatkan laporan dari teman-teman AWPI,” katanya.

Ditempat yang sama Kepala Bidang Penindakan Perda Satpol PP Kota Bekasi Saut Hutajulu menjelaskan, terkait dugaan satpol PP yang kurang responsif dalam menerima aduan dari masyarakat dirinya mengaku telah memerintahkan tim antisipasi dini pada saat Polsek Bekasi Timur melakukan pembubaran di THM Dinasty pada (17/7) malam.

“Saya sudah kirim Tim penditeksi dini pada malam kejadian tersebut. Mereka ada 3 orang dan memang tidak menggunakan pakaian dinas, gak mungkin pihak kepolisian tidak kenal orang mereka suka opersi bareng kok pasti kenal lah,” katanya.

Terkait prosedur penyegelan yang dilakukan oleh Satpol PP, saut mengatakan pihaknya sudah melakukan sesuai SOP yang berlaku.

“Untuk penyegelan di THM Dinasty kami sudah melakukan sesuai SOP dimana sudah kami tempel stiker di pintu gerbang Dinasty. Untuk pengajuan pembukaan segel kami beri waktu 3 hari, tapi sampai sekarang pihak Dinasty belum mengajukan permohonan tersebut dan untuk denda administrasi nanti di tentukan nominalnya oleh pihak kejaksaan bukan dari Satpol PP.” Pungkasnya.

 

 

IMRON R

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: