Empat tahun Macet? Kuasa Hukum Hj, Rohimih minta pihak Polisi agar Serius Perkara Kien nya

KOTA BEKASI – Mediabhayangkara1.com | Kuasa Hukum korban pencurian dan Pemalsuan Sertifikat Hj. Rohimih, Erick Filemon Sibeuan, SH meminta agar Pihak kepolisian dapat menindaklanjuti kasus kliennya.

“Harapannya, perkara ini dapat diproses agar kita dapat kepastian hukum,” kata Erick dalam keterangan pers di Kantor LBH Benteng Perjuangan Rakyat, di Jalan Gurame, Perumnas I, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Selasa, (23/11/21)

Erick berharap kepada Pihak polisi agar dapat melakukan proses identifikasi terhadap cap jempol dan tanda tangan serta penyitaan sertifikat.

“Jangan sampai surat sertifikat ini diagunkan lagi oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan,” kata Erick yang didampingi Direktur LBH Benteng Perjuangan Rakyat Andi M. Yusuf, SH.

Sebelumnya, pemilik tanah dengan sertifikat nomor: 4079 seluas 1.353 M2, Kelurahan Jatirahayu ini pernah kehilangan pada 30 Oktober 2014.

Selanjutnya, Hj. Rohimih melaporkan atas kehilangan sertifikat ke Polres Metro Bekasi Kota. Saat peristiwa itu terjadi, terbitlah akte jual-beli dengan nomor: L/104/2013 yang dibuat oleh Sini Nayanti Iskandar, SH, yang diduga pelaku bernama Arif Wibowo (mantan mantu Hj. Rohomih) telah memalsukan Cap Jempol dan Sertifikat telah dibalik Nama atas Nama Lie Ie Siang Chaidir.

“Makanya, kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota guna pengusutan,” Jelas Erick.

Masih kata, Erik, menurut pengakuan Hj. Rohimih, (Klaen) bahwa surat Sertifikat Hak Milik (SHM) tersimpan di lemari dan tidak pernah diagunkan ke Bank.

Kemudian, petugas Pihak Bank Viktoria mendatangi rumah Hj. Rohimih untuk mengecek kembali atau survei ulang terhadap isi tanah dan bangunan.

“Dari pihak Bank Viktoria sendiri terkejut karena ada Rohimih yang sebenarnya. Lalu petugas Bank Viktoria bertanya yang kemarin melakukan cap jempol dan tandatangan siapa?” Ungkapnya Erick.

Jadi, Atas kejadian tersebut, anak dari Hj. Rohimih, Maryati mengecek sertifikat yang telah diagunkan di Bank Viktoria. Menurut Erick, kliennya diketahui tidak bisa membaca dan menulis. Namun hanya biasa dengan cap jempol.

“Kok ini ada tandatangan klien kami,” tandas Erick.

Hj. Rohimih pun telah melaporkan kasus pemalsuan tandatangan dengan nomor LP: 353/K/III/2017/SPKT/Resto Bekasi Kota.

“Hingga sekarang ini kasus klien kami tidak ada tindaklanjut dari polisi,” kata Erick.

“Arif Wibowo masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) polisi,” tambah Erick.

Diketahui, kuasa hukum korban pencurian dan pemalsuan sertifikat telah berkirim surat ke pengaduan masyarakat (Dumas), Kapolda, Kapolri, Kadiv Propam, Karo Wasidik terkait proses penyidikan kasus tersebut oleh Polres Metro Bekasi Kota pada 22 Oktober 2021.

Namun hingga saat ini belum ada tindaklanjut dari pihak polisi dalam penanganan kasus kliennya.Pungkas

 

 

Imron R

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: