GPM Gelar Aksi Damai dukungnan pada keputusan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Sertifikat Halal dan logo baru Halal

DENPASAR_BALI – Mediabhayangkara1.com | 31 Maret 2022 Siang ini puluhan Pemuda/i yang tergabung dalam organisasi Gerakan Pemuda Marhaenis atau lebih dikenal dengan GPM yang merupakan organisasi beraliran Bung Karno atau dengan Idealisme “Tri Sakti Marhanisme”, menggelar “Aksi Damai” di Bundaran Catur Muka Denpasar terkait dukungnan pada keputusan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tentang peran negara dalam proses pengurusan Sertifikat Halal dan logo baru Halal. Dalam aksi tersebut mereka mendukung penuh langkah Presiden Jokowi dimana negara melalui BPJPH ( Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) mengambil alih wewenang untuk sertifikasi/labelisasi Halal.

BPJPH Kemenag memiliki kewajiban menetapkan logo halal yang tertuang dalam Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Penetapan ini juga bagian dari pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang JPH. Penetapan label halal baru dituangkan dalam keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal. Surat itu ditetapkan di Jakarta pada Kamis (10/2) dan berlaku efektif sejak 1 Maret 2022 lalu.

Koordinator Lapangan I Aksi Damai/Simpatik Gerakan Pemuda Marhaenis atau lebih akrab disapa Gus Adi mengatakan Aksi Damai/Simpatik ini diselenggarakan untuk melatih para kader-kader marhaen yang revolusioner dan mampu menyuarakan atau sebagai peyambung lidah rakyat, dan juga sebagai bentuk dukungan penuh kepada kebijakan pemerintah yang pro rakyat kecil, dalam hal ini Presiden Jokowi semenjak pengambil alihan wewenang Sertifikasi Halal oleh Kemenag melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang belakangan ini menimbulkan pro dan kontra. Selain itu, melalui Aksi Damai tersebut para Pemuda/i yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Marhaenis ini juga menampik bahwa logo baru Halal di bilang Jawasentris, karena berbentuk gunungan dalam pewayangan dimana wayang itu itu sudah menjadi warisan Indonesia yang diakui dunia termasuk dari UNESCO yang mengkategorikan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya non-bendawi (intangible heritage of humanity), dan sekaligus mensosialisasikan terkait biaya dan filosofi dari bentuk dan warna logo Halal yang baru dirilis oleh Kemenag demikian dijelaskan Gus Adi.

Andi Rief Irfandi yang menjadi Koordinator Lapangan II atau sering di disapa Jero Panji juga menyebutkan bahwa Aksi tersebut tidak terlepas dari dukungan beberapa pihak salah satunya dukungan pengawalan dari Kasat Kapolresta Denpasar dan Sat PolPP, sehingga acara berlangsung khidmat, aman dan sesuai harapan walaupun saat aksi cuaca cukup panas. Jero Panji sempat nervous karena peserta aksi dibawah 30 orang, namun atas semangat dan tekad kawan-kawan akhirnya aksi pun tetap berlangsung tepat pukul 12.00 WITA tanpa menggangu lalu lintas serta tetap memperhatikan prokes (wajib masker) dan kebersihan Bundaran Catur Muka Denpasar. Hal itu mendapat apresiasi dari Kasat Polresta Denpasar pungkas Jero Panji.

 

Redaksi MB1

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: