IM Mantan Pjs Kades Lebakmuncang Disinyalir Sunat DD Tahun 2017 – 2018

BHAYANGKARA 1_KABUPATEN BANDUNG | Isu tidak sedap kembali muncul di pundak pejabat sementara (PJS) desa Lebakmuncang sdri, IM pada tahun 2017 – 2018 lalu, kembali menuai kritikan dari berbagai kalangan elemen masyarakat. Pasalnya laporan dari masyarakat ke Aparat Penegak Hukum, ( APH), termasuk pemberitaan dari awak media menyangkut Dugaan Penyalahgunaan Jabatan dan Indikasi KKN Dana Desa di era sdr, IM, hingga sekarang tidak ada kelanjutannya.

Di rekaman hasil konfirmasi MB1, kepada tokoh masyarakat, pejabat RT/RW, dan Kepala Dusun, meminta agar penegak hukum kabupaten Bandung kembali menindaklanjuti apa yang disampaikan narasumber melalui pemberitaan di media cetak dan online tentang indikasi dan kebobrokan juga ketidaktransparan serta tidak mengedepankan musyawarah mufakat sewaktu menjabat Pjs, sdr IM menjadi KPA dalam mengelola anggaran dana desa.

Menjadi pertanyaan warga masyarakat desa Lebakmuncang sebagai penerima program, dalam laporan konsolidasi realisasi penyerapan dana desa tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 955.901.000, dikutip dari rekaman perbincangan RW, RT, juga Kadus, mengatakan kepada MB1, sdr IM Disinyalir pangkas anggaran, diwaktu yang sama pada akhir bulan September 2021 lalu. Salah satu Kadus juga memaparkan penyaluran dana desa yang tidak sesuai dengan RAB, serta terindikasi melanggar spesifikasi juklak juknis.

Berbeda dengan ungkapan tokoh masyarakat yang menyayangkan kenapa sdri, IM bisa lolos dari APH, “tanda kutip”, siapa sebetulnya di belakang IM, sedangkan tahun 2018 dalam laporan konsolidasi realisasi penyerapan dana desa, dilihat dari daftar rincian kegiatan (DRK) untuk Infrastruktur dan Pemberdayaan masyarakat sebesar Rp. 813.180.300, fakta dan realita penyaluran tidak sesuai dengan anggaran yang tertera dalam daftar rincian kegiatan (DRK) Kuat Dugaan, ujar salah satu tokoh masyarakat sdr IM tilep sebagian anggaran dana desa.

Hasil penelusuran warga masyarakat selaku penerima program menyangkut aset desa Lebakmuncang sdr IM, juga Diduga menjual 1 Unit Mobil Kijang Minibus dengan alasan mobil sudah tidak layak pakai, termasuk ada indikasi penyelewengan dana BUMDesa tahun 2017 yang menyerap dana desa untuk budidaya jamur tiram lagi – lagi merugi, sementara total uang BUMDesa Rp. 56.000.000, dikutip dari hasil percakapan dengan narasumber (red-) uang hanya kembali RP. 20.000.000.

Indikasi lainnya dimasa jabatan sementara, sdr IM, ada aliran dan pembangunan lapangan sepak bola yang menyerap dana desa sebesar Rp. 900.000.000, sumber juga meminta kepada aparat penegak hukum kabupaten dan jawa barat untuk melidik kembali aliran dana tersebut di atas, karna menurut pengakuan beberapa narasumber ( red- ) di pembangunan lapangan sepak bola Diduga Pjs sdr IM, manipulasi data lpj dengan RAB di atas harga pasar, Disinyalir perangkat desa Lebakmuncang atas rekomendasi dan persetujuan sdr IM menyunat anggaran.

Warga masyarakat desa Lebakmuncang yang diwakili oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh masyarakat termasuk para pejabat RT/RW dengan Kadus, meminta agar APH kabupaten Bandung, juga BPK RI Perwakilan Jabar, Ombusman RI Perwakilan Jabar, Subdit Tipikor Polda Jabar, untuk turun kembali ke fisik pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana desa yang telah direalisasikan oleh mantan Pjs kades Lebakmuncang sdri IM, ujar narasumber kepada wartawan MB1, agar APH tidak pandang buluh segera memanggil kembali sdri, IM yang terindikasi melanggar UU No. 06 tahun 2014 tentang desa, UU No. 14 tahun 2008 tentang KIP, juga UU No. 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

 

 

 

Red_MB1

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: