Isu Miring Soal Pertambangan Di Laut Matras0 Rentan Picu Konflik

BANGKA РMediabhayangkara1.com | Persoalan penambangan biji timah di wilayah perairan atau laut Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka Prov.Kep.Bangka Belitung sampai saat ini terus menjadi perhatian dari berbagai pihak khususnya penambangan menggunakan sarana ponton isap produksi (PIP) saat ini kian marak.

Hanya saja sebagian besar aktifitas penambangan di wilayah perairan setempat sampai saat ini diduga belumlah memiliki perijinan dari intansi yang berwenang yakni PT Timah Tbk. Oleh karenanya sejumlah media lokal/nasional tak jarang memuat berita seputar aktifitas tambang biji timah di perairan setempat.

Tak cuma itu bahkan persoalan maraknya pertambangan biji timah di kawasan perairan Matras dan sekitarnya kini pun menuai sorotan dari ketua Forum Pemerhati Pertambangan dan Kehutanan Kabupaten Bangka, Gustari.

Dalam hal ini Gustari mengatakan jika saat ini di wilayah perairan Matras, Sungailiat menurutnya tidak ada satu pun pihak atau perusahaan yang memonopoli aktifitas pertambangan biji timah.

“Tidak ada monopoli kerja di IUP PT Timah khususnya di perairan Matras yang penting CV (perusahaan mitra PT Timah — red) merupakan mitra PT Timah dan memenuhi standar SOP keselamatan,” kata Gustari.

Ia pun sangat menyayangkan jika saat ini disinyalirnya ada segelintir oknum tertentu mencoba membuat suasana kamtibmas tidak kondusif di wilayah Kabupaten Bangka.

“Dengan menebar isu miring dengan tujuan atau motif tertentu untuk kepentingan pribadi. Sehingga hal ini rawan menimbulkan konflik,” singgungnya.

Untuk itu Gustari meminta pihak mitra dapat membina ponton ponton masyarakat setempat namun sebaliknya diharapkanya tidak mengganggu aktifitas wilayah kerja perusahaan mitra PT Timah yang telah mendapatkan SPK,” tegas pendiri Forum Rukun Tetangga (RT) Kabupaten Bangka.

Selain itu Gustari pun berharap agar media yang memberitakan seputar aktifitas tambang di perairan Matras dan sekitarnya hendaknya di dalam muatan berita tidak bersifat provokatif hingga dapat menimbulkan kekisruhan di tengah masyarakat

“Hendaknya media pun objektif dan sesuai fakta. Hal ini guna mencegah terjadi polemik di kalangan masyarakat setempat maupun pihak-pihak tertentu. Mari jaga iklim Kamtibmas di wilayah Kabupaten Bangka,” pesannya.

 

 

 

SYAMSUL BAHRI

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: