Kapolda Bali Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila,Secara Virtual

BHAYANGKARA 1_POLDA BALI | Selasa,1 Juni 2021, Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si., Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Danrem 163/Wirasatya dan Perwakilan DPRD Provinsi Bali, menghadiri Upacara peringatan hari lahir Pancasila secara virtual di Jayasabha, Denpasar.

Upacara di digelar di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat. sedangkan Presiden Jokowi, yang bertindak sebagai inspektur upacara, hadir secara virtual melalui Istana Kepresidenan Bogor.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, era globalisasi saat ini dan cepatnya interaksi antarbelahan dunia, tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Namun, juga menimbulkan berbagai tantangan yang harus diwaspadai, termasuk mengenai ideologi.

“Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antarideologi,” ujarnya.

Menurut Jokowi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi. hadirnya revolusi industri 4.0 menimbulkan kemudahan dalam berdialog, dalam berinteraksi, dan dalam berorganisasi menggunakan skala besar lintas negara. Perkembangan konektivitas 5G yang melanda dunia juga membuat interaksi antara berbagai masyarakat juga semakin mudah dan cepat.

“Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke semua pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan dan ke seluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu,” tutur Jokowi.

Bahkan, menurut Jokowi, kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal dalam era disrupsi teknologi ini bisa melampaui standar normal.

Oleh karena itu, Presiden mengingatkan bahwa saat ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Segenap bangsa memerlukan cara-cara baru yang luar biasa, dan mampu mengoptimalkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0.

“Sekaligus Pancasila harus menjadi fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan,” tutupnya.

 

 

 

 

NI LUH BUNGA

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: