KMPJ Ciptakan Warna Baru Bersama Qthink Cakrawala, Suarakan Penindasan Lewat Musik

BHAYANGKARA 1_BOGOR | Komunitas Musik Parlemen Jalanan (KMPJ) adalah salah satu wadah musik yang didalamnya musisi lokal yang meningkatkan karya seni musik dengan mengedepankan aransemen budaya Indonesia.

KMPJ sendiri awalnya telah terbentuk atau berdiri pada Tahun 2014 oleh Maman Piul dan Dwi sebagai Pendiri pada saat itu.

Seiring berjalannya waktu hingga sampai Bertemu Qthink Cakrawala, Dens Kapoek, dan ken ken di tahun 2021 ini mulai merintis kembali memberikan warna baru bagi KMPJ dan merasakan sesuatu yang beda berenergik, bangkit kembali,

Dan yang pasti rencananya di tahun 2021 ini akan merilis Album kompilasi oleh Maman Piul, Qthink Cakrawala dan Dens Kapoek dengan bertajuk Kompilasi KMPJ.

Maka dengan semangat tinggi menyatukan misi visi yang bergairah, Maman Piul Interpres menggaet Qthink Cakrawala untuk Album kompilasi KMPJ yang Perdana.

Selanjutnya Qthink Cakrawala sebagai salah satu musisi yang sangat ikonik, energik, humanis dan kritis terhadap penindasan. Tak lagi diragukan musisi asli kelahiran Jakarta ini pun seorang Pencipta Lagu Nyanyian Buruh, yang mana Buruh Pabrik saat memperjuangkan kesejahteraan Keluarganya dikebiri hak nya oleh para Pengusaha dengan upah yang di sunat, salah satu lirik nyanyian Buruh, nyanyian Buruh menceritakan tentang. “Buruh yang diperas tenaganya tapi dibayar dengan upahnya yang disunat”.

Dalam hal ini, Qthink Cakrawala mengatakan, pada Jum’at (24/09/21) memenuhi undangan ke base camp KMPJ untuk mengikuti tanda tangan kontrak terhadap Maman Piul Interpres untuk di Album Komunitas Musik Parlemen Jalanan Album Perdana (KMPJ).

Lebih lanjut Qthink Cakrawala mengatakan, dijadikan salah satu Pendiri Komunitas Musik Parlemen Jalanan (KMPJ) oleh Maman Piul, siapa yang tidak mengenal Maman Piul beliau Adalah pencipta lagu dan penyayi di era 70an bersama Iwan Fals.

“Sangat berharga sekali, pertemuan ini adalah kabar, mari kita kabarkan berita ini se- antereo Sabang sampai maraoke, ayo bangkit kembali para musisi jangan biarkan jiwa kita terbenam, bakar semangat juang setinggi-tingginya demi sebuah Marwah karya seni musisi,” Ujar Qthink Cakrawala.

 

 

Adi S

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: