Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Angkat Bicara Terkait Diduga Belum Kantongi Izin Pabrik Pengolahan Ikan di Desa Nambo Tetap Beroperasi

BHAYANGKARA 1 – Klapanunggal, Kabupaten Bogor – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H. Achmad Fathoni, ST dari Fraksi PKS angkat bicara terkait soal “diduga kuat” Pabrik pengelola ikan yang berlokasi di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal belum mengantongi perizinan tetapi sudah beroperasi.

“Harusnya instansi terkait segera mengeceknya, Termasuk didalamnya Pemdes, Camat dan Dinas,”Kata H. Achmad Fathoni ST, Kepada Bhayangkara 1

Saat Media Bhayangkara 1 sambangi ke-lokasi Pabrikan pengolahan ikan, salah seorang sekuriti pabrik mengatakan, “disini tidak ada siapa-siapa langsung saja datang ke PT. Seafood Fress On Time di- daerah Kembang Kuning, karena masih satu cabang. Disini hanya ada pekerja yang sedang bekerja untuk pengelolaan ikan,” Kata Namin, sekuriti.

Saat dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Desa Nambo, Nanang SE, mengatakan, pihak pabrik belum melapor ke desa tentang keberadaannya di wilayah desa Nambo.

“kami (pemdes) Nambo, dan beberapa instansi terkait belum turun ke-lokasi pabrik. kemungkinan akan diatur jadwalnya untuk meninjau pabrik tersebut,” ujar Nanang, Kepada MB-1 (8/9/20)

Kepala Desa Nambo juga mengungkapkan sudah beberapakali pihak desa menyampaikan ke pabrik tersebut untuk segera melapor dan menyampaikan ke-pihak desa untuk melampirkan semua perizinan yang sudah dimiliki, seperti Ijin lingkungan, IMB, dan sebagainya untuk diketahui desa.

“sampai hari ini tidak ada laporan dari perusahaan, baik lampiran perizinan administrasi yang sudah miliki perusahaan yang harus diketahui pemerintahan desa,” katanya.

Lanjut Kepala Desa Nambo, menuturkan pada waktu perusahaan ingin membuat sumur bor dititik lokasi yang sudah ditentukan, ternyata pindah lokasi untuk pemasangan sumur bornya.

“Jika pemasangan sumur bor pindah lokasi, berarti harus ada izin lingkungannya setempat,” ujarnya.

Nanang SE, Kepala Desa Nambo berjanji akan segera melakukan pengecekan ke- setiap perusahaan yang berada di wilayahnya agar pemerintah desa mengetahui dengan jelas perusahaan yang sudah memiliki perizinan dan yang belum memiliki perizinan.

Sampai saat ini pihak PT. Seafood Frees On Time, belum dapat ditemui guna konfirmasi lebih lanjut atas diduga kuat cabang pabrikan pengolahan ikan di desa Nambo belum mengantongi Izin sudah beroperasi.

Diminta Dinas terkait Pemkab Bogor, Camat Klapanunggal, segera turun dan berani mengecek perizinan pabrik tersebut dan tegas memberikan sanksi. Bagaimanapun perusahaan tidak ber-izin sangat merugikan dari sektor pajak dan sangat merugikan masyarakat setempat.// BILLY.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: