LBH Benteng Perjuangan Rakyat, Melakukan Perlawanan Eksepsi atas Dakwaan JPU Pengadilan Cikarang

KABUPATEN BEKASI – Mediabhayangkara1.com | Kasus Dugaan Penggelapan Keuangan Dealer motor CV. Mega Utama Motor yang dilakukan oleh terdakwa Meiriska Komala Dewi memasuki eksepsi di Pengadilan Negeri Cikarang.

Tim kuasa hukum terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Benteng Perjuangan Rakyat melakukan eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cikarang dalam perkara nomor: Rek.Perkara. PDM 556-CKR/10/2021.

Adapun dakwaan itu sebagai berikut;

Pertama/primer, yakni pasal 374 KUHP Jo pasal 64 ayat I KUHP.

Kedua/Subsider , yakni pasal 372 KUHP Jo pasal 64 ayat I KUHP.

“Sidang dakwaan kemarin itu di pimpin oleh ketua majelis hakim Decky Christian,” kata Direktur LBH Benteng Perjuangan Rakyat Andi M. Yusuf dalam keterangan pers, Minggu 21/11/21

Menurut Andi, berdasarkan pasal 156 KUHP, LBH Benteng Perjuangan Rakyat sebagai penasehat perempuan (terdakwa Meiriska) diberikan hak untuk mengajukan keberatan (eksepsi) terhadap dakwaan yang diajukan oleh jaksa.

“Kami dari kuasa terdakwa mengajukan eksepsi berkaitan dengan yakni pengadilan tidak berwenang mengadili perkaranya atau dakwaannya tidak bisa diterima. Selanjutnya, surat dakwaan harus dibatalkan,” terang Andi.

Adapun alasan pihaknya mengajukan eksepsi, lanjut Andi, pertama dakwaan tidak jelas dan lengkap dalam menjelaskan standar operating prosedur (SOP) CV. Mega Utama Motor.

” Kedua, dalam menjelaskan kerugian CV. Mega Utama Motor. Ketiga, dakwaan tidak jelas dan lengkap dalam menjelaskan kronologis dugaan tindak pidana penggelapan tanpa dasar yang jelas. Keempat, karena perempuan berhadapan dengan hukum tidak pernah menerima surat pengangkatan sebagai karyawan CV. Mega Utama Motor.

Karena itu, pihaknya memohon kepada majelis hakim PN Cikarang untuk menjatuhkan putusan sela dengan amar putusan yang pada pokoknya menyatakan sebagai berikut; menerima dan mengabulkan eksepsi perempuan berhadapan dengan Hukum.

Kami, menolak dakwaan jaksa penuntut umum untuk seluruhnya, membebaskan dan melepaskan perempuan berhadapan dengan hukum dari segala dakwaan, memerintahkan terdakwa segera keluar dari tahanan.Tegas dia

“Apabila hakim yang mulia berpendapat lain, kami mohon putusan yang seadil-adilnya,” Ungkapnya Andi.

Informasi Selanjutnya sidang kasus dugaan tindak pidana penggelapan atas terdakwa Meiriska akan dilanjutkan pada 24 November 2021 dengan agenda tanggapan/jawaban JPU atas eksepsi pengacara terdakwa.

 

 

Imron R

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: