M. Dahlan Kepala Desa Situsari, Cileungsi Resmikan Program Kampung Ramah Lingkungan “KRL” Tahun 2020

BHAYANGKARA 1 – Situsari – Cileungsi – Kabupaten Bogor – Pemerintah Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor Resmikan Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di tahun 2020. Acara persemian KRL dibuka langsung oleh M. Dahlan, Kepala Desa Situsari di RW. 04, Kampung Ciuncal, Rabu (30/9/20).


Kepala Desa M. Dahlan, menyampaikan dan mengucapkan apresiasi kepada seluruh tim yang mendukung program KRL karna bisa terealisasi di desa Situsari.


Kepala desa pun menjelaskan bahwa program Kampung Ramah Lingkungan yang sudah terealisasi di wilayahnya berjumlah lima (5) kampung ramah lingkungan, diantaranya empat (4)  yaitu KRL Pratama dan yang satu (1) ialah KRL Madia.


Lanjut M. Dahlan, dari lima (5) kampung ramah lingkungan yang sudah terealisasi diantaranya yaitu yang pertama berdiri di perumahan Harmoni enam (6), kemudian disusul yang ke dua (2) di kampung Karet, Dusun satu (1) yaitu KRL Sejahtera, kemudian kampung ramah lingkungan yang ke tiga (3) di perumahan mutiara RW.13 yaitu Kampung Ramah Lingkungan Mutiara Bersinar. Selanjutnya di perumahan permata Puri Harmoni di RW. 15 yaitu Kampung Ramah Lingkungan Gemilang.


Sambung Kepala Desa, program kampung ramah lingkungan berjalan sejak bulan Juni, dan diawali pembukaan kampung ramah lingkungan di Kampung Ciuncal, tepatnya di RW. 4, dan sudah didaftarkan pada Rabu (30/9/20). Adapun dilaksanakannya penilaian KRL oleh dinas lingkungan hidup dan dari Kecamatan Cileungsi, Satgas KRL tingkat kecamatan, Pendamping KRL tingkat kecamatam kemudian dilaksanakan di 3 tempat KRL yaitu di KRL sejahtera, KRL Gemilang, KRL  Perumham Parmoni 1, kemudian yang ke 3 di Perumahan Harmoni 6.

“saya berharap Program KRL di desa Situsari bisa terus naik ke-tingkat yang lebih tinggi. manfaatnya sangat baik jika benar-benar dilaksanakan,” Ujar M. Dahlan.


Ia pun mengatakan di desa Situsari telah tersedianya berupa unit bang sampah, unit peternakan seperti perikanan, unit pertanian komunal biopori dan pengelolaan air Lindi. Adapun aneka tanaman yang ditanam seperti sayur-sayuran dan buah buahan di setiap kampung ramah lingkungan. Bahkan ada juga hasil kerajinan tangan, dan ada makanan olahan di setiap kampung ramah lingkungan.


“Untuk tim KRL agar dilakukan pembinaan kepada setiap pengurus KRL, agar kedepannya lebih maju dan hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat tentunya,” jelas Dahlan. //BILLY

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: