Oknum PNS BPN Jabar Diduga Terlibat Mafia Tanah

BHAYANGKARA 1_KOTA BANDUNG | Komitmen pemerintah untuk memberantas keberadaan mafia tanah yang merugikan harus juga masuk hingga Aparatur Sipil Negara.

Seperti halnya yang terjadi warga bernama Saldi beralamat di Gendingmas Rt 06 Rw12, Kelurahan pasirjati, Kecamatan Ujungberung Kota Bandung.

Ia merasa ditipu dalam pengurusan sebidang tanah di Kelurahan Pasirjati kota Bandung, oleh oknum Aparatus Sipil negara Bagian staf pendataan tanah BPN kanwil Jawa Barat berinisial TH.

“Split tanah lokasi Pasirjati. Keluar surat perintah setor, Dia janji dalam waktu 2 bulan split tanah nya keluar.” kata Saldi (23/09/2021).

Namun sambungnya, dari desember 2017, setelah 6 bulan nggak ada kabar hingga kini sudah hampir 5 tahun tidak beres-beres.

“Pernah di susul ke BPN pak Kasie nggak mau neken karena harus ada site plan.” ujarnya.

Oleh karena itu, korban sudah sangat dirugikan oleh oknum ASN tersebut dan akan melaporkan oknum pegawai negeri tersebut ke pihak yang berwajib dan di dampingi oleh advokat DPP Sarinah GPMN.

Ketua team advokasi DPP Sarinah GPMN, Eva Dewi Nurjannah, SH akan melakukan langkah-langkah hukum atas aksi oknum PNS BPN tersebut.

“Komitmen pemerintahan Jokowi sangat jelas untuk memberantas mafia tanah hingga sapapun yang membekingi akan diberangus.” Kata Eva yang seorang advokat.

Menurutnya, oknum Aparatus Sipil negara Bagian staf pendataan tanah BPN kanwil Jawa Barat berinisial TH tersebut telah melanggar ketentuan UU RI Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.

“Masalah integritas diragukan. Akan kami laporkan ke Pak menteri atau pejabat yang berwenang.” ujarnya.

Ditambahkan Eva, kasus tersebut dapat juga dijerat dengan pasal 378 KUHP karena patut diduga kuat ada unsur penipuannya.

“Ada Korban, ada kerugian. Sudah cukup lama sertifikatnya belum jadi-jadi.” Tandasnya.

 

 

 

Syarif Hidayat

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: