Penegak Hukum Segera Tangkap Oknum Ketua RT DiDuga Tilep Uang BST Warga Desa Nambo


BHAYANGKARA 1 – NAMBO – KLAPANUNGGAL – KABUPATEN BOGOR – Pihak Penegak Hukum segera menindak tegas oknum perangkat desa dan penanggung jawab penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Nambo, Kecamatan klapanunggal, yang diduga di “Tilep” oleh oknum Ketua RT.

Bantuan Sosial Tunai (BST) 2020 yang dikucurkan oleh kementerian Sosial (Kemensos), warga harus tabah dan sabar, Pasalnya Bantuan dari kemensos tersebut diduga ditilep oleh Ketua RT setempat.

Data yang diperoleh Bhayangkara 1, sebanyak 24 warga desa nambo yang seharusnya mendapatkan bantuan BST sebesar 500.000 ribu untuk meringankan beban hidup, ternyata harus menahan derita dimasa pandemi Covid-19.

Kepala Desa Nambo, Nanang, saat dikonfirmasi terkait dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos yang di tilep oknum perangkat Desa, mengatakan dirinya sudah memberikan sangsi, berupa teguran dan penyampaian untuk membuat surat pengunduran diri, mundur sebagai Ketua RT.


Lanjut Kepala Desa Nambo, Nanang, dirinya mengakui bahwa benar uang BST di gelapkan oleh ketua RT setempat. Dirinya, lanjut Nanang, menggelapkan uang BST tersebut dan tidak disalurkan ke warga.


“Kalau untuk jumlah warga yang uang BST nya gelapkan saya tidak tahu persis. Saya sudah menyuruh RT yang bersangkutan untuk menjelaskannya,” Ujar dia.


“ketua RT sudah kami pecat, dan harus membuat surat pengunduran diri, dan urusannya sudah saya tutupi semua ke wargaTambahnya, kepada Bhayangkara 1.


Beberapa warga yang mengeluh menyampaikan bahwa bantuan sosial tunai untuk pencairannya melalui Bank dan semua dikoordinir oleh Ketua RT setempat, Pada saat Bantuan Berupa Uang tunai sudah dicairkan, ternyata bantuan tidak diberikan ke warga.


“Kami kolektif lewat Ketua RT untuk pencairan lewat Bank. warga dusun disini banyak yang tidak mengerti, setelah uang cair, ternyata bantuan uang tunai tidak diberikan oleh Ketua RT, ” Ujar beberapa warga kepada Bhayangkara 1.


Warga juga mengutarakan, ada sebanyak 24 keluarga, dan baru 17 keluarga yang sudah diberikan bantuan berupa uang tunai itupun sebesar 400.000 oleh kepala desa, sebagai pengganti dan menutupi bantuan yang digelapkan oknum ketua RT.


“Baru 17 KK yang baru diberikan bantuan uang tunai oleh kepala desa. karna beritanya ramai dilingkungan warga, jadi ditutupi oleh Kepala desa, itupun hanya diberikan 400.000 ribu untuk setiap KK karna sudah dipotong untuk ADM sebesar 100.000, dan masih ada warga yang belum mendapatkan uang BST, ” ujar beberapa warga.


Saat di temui untuk konfirmasi lebih lanjut, ketua RT berinisial DD yang diduga tilep uang BST warga, sampai berita ini diturunkan DD belum dapat ditemui. //BILLY

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: