Pengerjaan P3- TGAI oleh Poktan Barokah Diduga Pakai Material tidak Sesuai Bestek

BHAYANGKARA 1_CARIU_BOGOR | Pembangunan Jaringan Irigasi pertanian yang dikerjakan secara Swakelola oleh Kelompok Tani Barokah (Poktan) yang Diduga menggunakan bahan material yang tidak sesuai Bestek, seperti material pasir yang Disinyalir kualitasnya buruk, untuk campuran adukan pasangan batu.

Pasalnya, setelah pasir dicampur dengan material semen, untuk pasangan batu terlihat adukan rapuh setelah pasangan batu kering Dituding campuran adukan material tidak sesuai spesifikasi.

Saat hendak dikonfirmasi awak media, Ketua kelompok Tani, sebagai ketua pelaksana kegiatan pembangunan jaringan irigasi Dituding selalu menghindar, alias tidak mau memberikan keterangan terkait bahan material yang Diduga buruk, serta perbandingan untuk campuran adukan yang digunakan untuk pengerjaan pasangan batu belah.

Padahal, dana yang digelontorkan sebesar 195 juta rupiah sudah ditentukan dalam teknik pengerjaan sampai spesifikasi (bestek).

Dana Bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), dibawah pengawasan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) dalam pembangunan Jaringan irigasi bagi para Kelompok Petani Pemakai Air (P3A) diharapkan pembangunanya sesuai dengan Spesifikasi pekerjaan dan bahan material yang sesuai dengan ketentuan dalam RAB.

Tim pengawas dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) diminta segera mengecek dan mengaudit pekerjaan pembangunan peningkatan jaringan irigasi bagi petani yang dikerjakan oleh Poktan Barokah, yang berlokasi di desa Babakan Raden, Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor.

 

 

RED_MB1

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: