RATUSAN KARYAWAN KECEWA ATAS KEPUTUSAN PT KARRYO INDUSTRI YANG DIDUGA TIDAK MANUSIWI DENGAN PEMUTUSAN KERJA SECARA SEPIHAK

KABUPATEN BEKASI – Mediabhayangkara1.com | Kabupaten Bekasi Media Bhayangkara 1 .Com – Puluhan warga berunjuk rasa di depan PT karryo industry Network. Harness and felt cushion, yang berada di Kawasan Jababeka dua Desa yaitu, desa Pasir Sari kecamatan Cikarang selatan.

Dalam aksinya, warga mengecam sikap perusahaan yang memutuskan kerjasama secara sepihak dan juga sistem kerja di perusahaan tersebut yang dianggap tidak memanusiakan para karyawannya.

Dengan berkumpul di depan pintu masuk perusahaan karryo industry, puluhan warga satu persatu berorasi mengecam sikap perusahaan yang secara sepihak dan di anggap semena – mena memutus kerja sama dengan warga.

Warga menganggap apa yang telah dilakukan pihak perusahaan sangat merugikan warga tersebut, dalam orasinya warga juga menanyakan perusahaan yang di ketahui salah satu pendor dari perusahaan besar, namun memperkerjakan para karyawan dengan semena mena dan juga mendapatkan upah di bawah upah layak kabupaten bekasi.

Menurut kordinator aksi unjuk rasa haji Lutfi Yanto saat dimintai tanggapannya terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan bersama puluhan warga ditempat tersebut mengaku apa yang di lakukan untuk dapat bertemu dengan pihak perusahaan dan juga mempertanyakan sikap perusahaan yang memutus kerja sama secara sepihak.

“perusahaan ini memperkerjakan karyawan Kurang lebih seratus orang,dan semuanya mengeluh kepada kami terkait sistem kerja yang di anggap semena mena” Ucap Haji lutfi Yanto dengan nada kesal.

“kami sudah lapor ke dinas Tenaga kerja kabupaten bekasi namun sama sekali tidak ada tanggapannya,padahal kalau di lihat kami sangat prihatin dengan para karyawan di perusaan PT karryo industry “ucapnya lagi.

Tidak hanya dengan pada karyawan yang di pekerjakan dengan gaji dibawah upah kabupaten bekasi, pihak perusahaan juga secara sepihak memutus kerja sama dengan kami, padahal kerja sama yang kami lakukan sudah berjalan bertahun tahun lamanya.

“Kedepannya kami warga tidak akan bosan berjuang untuk mendapatkan hak-hak kami yang di putus sepihak perusahaan, kami juga tidak akan segan akan menempuh jalur hukum apabila pihak perusahaan tidak mengindahkan aksi yang kami lakukan” Tutup Lutfi Yano.

 

 

 

YOMIR

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: