Sosialisasi Kesepakatan Teknis Kegiatan Penetapan dan Penegasan Batas Wilayah Administrasi, Desa/Kelurahan di Kabupaten Bandung 2021

BHAYANGKARA 1_KABUPATEN BANDUNG | Undang – Undang nomer 6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) menyebutkan bahwa Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kejelasan dan ketegasan atas batas wilayah tersebut menjadi bagian yang penting karena berhubungan erat dengan segala aktivitas dan perbuatan hukum masyarakat yang ada diwilayah tersebut serta tanggung jawab pemerintah provinsi atau kabupaten/ kota atas wilayah nya atau dengan bahasa lain perbatasan antar daerah, kecamatan dan desa dapat menjadi penyebab lahirnya konflik horizontal, mulai dari yang berhubungan dengan persoalan pengelolaan sumber daya alam sampai pada persoalan batas wilayah baik antar desa, kecamatan dan kabupaten/ kota maupun provinsi.

Kondisi ini didasari bahwa daerah memiliki kewenangan untuk mengelola sumber daya diwilayahnya.

Desa maupun daerah dituntut untuk berperan aktif dalam mengekploitasi dan mengeksplorasi sumber daya didaerah nya.

Didalam temu kerja / sosialisasi kesepakatan teknis kegiatan penetapan dan penegasan batas wilayah administrasi desa / kelurahan yang bertempat di Hotel Sutan Raja Soreang, Bupati kabupaten Bandung H.M. Dadang Supriatna. S.Ip.M.Si. ( Selasa, 08 Juni 2021 ) yang dihadiri oleh para kepala desa, perangkat desa, camat serta instansi terkait lainnya.

Bupati menjelaskan bahwa wilayah batas desa adalah suatu hal yang sangat penting, karena menjadi batas wilayah kerja administrasi dikabupaten Bandung.

Dan dengan terbitnya peraturan dari kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia nomer 45, tahun 2016 Dan disertai Peraturan Bupati nomer 92 tahun 2017 Tentang pedoman penetapan dan penegasan batas desa / kelurahan adalah pembatas wilayah administrasi pemerintahan antar desa / kelurahan yang merupakan rangakaian titik – titik koordinat pemetaan yang berada pada permukaan bumi dan ditandai oleh tanda alam, gunung, sungai, jalan dan unsur buatan dilapangan yang dituangkan dalam bentuk pemetaan ( Peta ).

Penetapan batas dan penegasan batas desa/ kelurahan bertujuan untuk menciptakan tertib administrasi pemerintahan, memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah suatu desa yang memenuhi aspek teknis dan yuridis.

Serta bisa bekerja secara jelas didalam membangun segala potensi yang ada dan bisa memberikan kejelasan kepada masyarakat terutama didalam kejelasan masalah sosial dan bidang pembangunan fisik maupun peningkatan ekonomi diwilayah tersebut khususnya diwilayah kabupaten Bandung.

Dengan jelasnya batas wilayah kerja administrasi dikabupaten Bandung, diharapkan juga kedepannya bisa bersinergi secara baik dengan wilayah yang berbatasan dengan kabupaten Bandung seperti kabupaten Bandung Barat, Kabupeten Cianjur, dan Garut serta lain nya.

Didalam pembahasan rapat kerja mengenai batas wilayah, bupati juga menyampaikan tentang telah menganggarkan suatu kebijakan program untuk lebih memperhatikan hal lain kepada masyarakat, terutama kepada para guru mengaji, ke RW an dan Bumdes ditiap desa akan memberikan intensif dan bantuan.

Lalu didalam permasalahan kesehatan dalam program kerjanya akan membangun Rumah sakit ditiap wilayah dikabupaten Bandung seperti dikecamatan Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali ( Pacira ).

Menyoroti permasalahan dengan adanya pandemi COVID-19 ini juga Bupati meminta kepada para kepala desa untuk lebih meningkatkan pengawasan serta penanganan yang lebih baik lagi agar permasalahan COVID-19 ini bisa ditekan dan bisa ditanggulangi secara cepat dan tepat mengikuti anjuran dari pemerintah pusat serta gugus tugas COVID-19 agar kabupaten Bandung tidak termasuk didalam zona merah atau zona tinggi tingkat yang terkena atau terpapar suspek positif virus Covid-19 nya.

 

SYARIF HIDAYAT

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: