Sub Dayeuhkolot Sektor 7 Satgas Citarum Kreatif Dan Inovatif

BHAYANGKARA 1_ BANDUNG_JAWA BARAT | Kab. Bandung,- Bantaran Sungai Citarum selain dimanfaatkan untuk lahan berkebun oleh Sektor 7 Satgas Citarum, juga dimanfaatkan sebagai taman atau saung. Jajaran Sektor 7 memiliki 10 taman atau saung yang berada di masing-masing Sub Sektor. Taman Ceria yang berada di bantaran Sungai Citarum Kampung Bojongasih Desa Dayeuhkolot yang merupakan milik Sub Dayeuhkolot Sektor 7 sedang melaksanakan pembenahan taman atau saungnya, Jum’at (16/7/2021).

Desa Dayeukolot sedang ada pembangunan 2 polder yakni di Kampung Bojongasih dan Kampung Bolero (belakang bekas Mako Yonzipur 3 lama), fungsi polder tersebut untuk manampung air dan diharapkan Desa Dayeuhkolot tidak akan banjir kembali di saat hujan turun. Apalagi sekarang sedang dibuat jalan tembus dari belakang bekas Mako Yonzipur 3 lama menuju Kampung Bojongasih melalui depan Taman Ceria Sub Dayeuhkolot.

Sub Dayeuhkolot Sektor 7 tidak mau ketinggalan juga melakukan pembenahan taman dan saungnya untuk diperindah kembali. Pembenahan dilakukan karena Taman Ceria sudah mulai ramai digunakan oleh warga masyarakat setempat untuk sarana olahraga (seperti senam, berjemur badan, bulutangkis), kegiatan RT/RW, tempat hajatan sebelum Covid-19, kebun tanaman buah/sayuran, budi daya ikan lele dan Rumah Magot.

Sub Dayeuhkolot yang dipimpin Serma Erfin bersama anggotanya melaksanakan pembenahan Taman Cerianya memperbaiki tanggul, merehab tangga menuju Taman agar saat naik turun aman dan nyaman. Selain itu, memperbaiki tembok panggung yang rusak, membuat tempat refleksi kaki, membuat tempat dudukan plosotan bermain anak-anak serta membuat pagar bambu sekaligus pengecatan untuk rumah maggot. Taman Ceria Sub Dayeuhkolot ini kedepannya merupakan centralnya Desa Dayeuhkolot karena sudah terdapat 3 titik aset jalan yakni Kampung Bojongasih, Kampung Bolero (jalan tembus dari belakang bekas Mako Yonzipur 3 lama ke Kampung Bojongasih) dan Kampung Cibadak Kelurahan Andir (menyeberang melalui Jembatan Biru Bojongasih, hanya bisa dilalui kendaraan roda 2 dan pejalan kaki).

John Abdi

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: