Tiga Prajurit TNI Yonif Raider Khusus 744/SYB, Sigap Membersikan Jalan Utama Yang Tertimbun Longsor

BHAYANGKAR 1- Belu – Tiga Prajurit TNI dari pos Fohululik Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider Khusus 744/SYB membersihkan jalan utama penghubung desa Sisi dan desa Lutarato kecamatan Lamaknen dari tanah dan bebatuan yang di akibatkan longsoran.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Letkol Inf Alfat Denny Andrian, dalam rilis tertulisnya di Belu, NTT, Sabtu (12/09/2020).

Dikatakan Dansatgas, ketiga Prajurit tersebut adalah Pratu Ahmad sukirman, Pratu Ade dasriliyansyah , dan Pratu Kristian Mobeka yang merupakan prajurit Satgas Yonif RK 744/SYB dari Pos Fohululik yang sedang bertugas di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

“Kebetulan pada saat Pratu Ade Dasriliyansyah dan Pratu Ahmad sukirman melintas, mereka melihat jalanan yang di tutupi tanah dan bebatuan sehingga mereka langsung kembali ke pos untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Danpos Fohululik Sertu Nengah Kari Ariana dan mengambil alat seadanya untuk kemudian dijadikan sarana pembersihan di lokasi,” jelasnya

Dijelaskan kembali Dansatgas, ketika personel membersihkan jalan kebetulan dilokasi tidak ada warga sekitar yang melintas, dan desa terdekat dari lokasi terjadinya longsor cukup jauh sekitar 5 Km jaraknya.

Ketiga prajurit TNI di lapangan tersebut berinisiatif dengan segera membersihkan material longsoran sendiri tanpa melibatkan masyarakat sekitar karena jika terlambat khawatir dapat mengganggu pelintas jalan bahkan bisa sampai terjadi kecelakaan karena jalanan menjadi licin yang diakibatkan material longsoran yang berupa batu, pasir dan tanah.

Disisi lain, Danpos menilai bahwa strukutur tanah yang kering dan gampang retak yang mengakibatkan tanah gampang hancur dan terjadi longsor disertai cuaca sekitar wilayah tersebut seperti angin kencang menjadi faktor lainya.

Letak wilayahnya yang merupakan perbukitan yang mana angin setiap menitnya berhembus kencang sehingga bebatuan, pasir dan tanah mudah terhempas sampai ke badan jalan.

“Jalan tersebut merupakan satu-satunya menjadi akses yang sering dilewati kendaraan besar seperti mobil dan truk sebagai kegiatan berbagai aktivitas bagi masyarakat desa Lutharato dan desa- desa sekitar Kecamatan Lamakanen seperti kegiatan pergi ke kota Atambua demi menjual hasil pertanian mereka seperti sayur-sayuran dan sebagainya,” ungkap Nengah.

“Mendengar laporan tersebut saya langsung perintahkan 3 orang anggota pos untuk segera ke lokasi dan membereskan bekas longsoran yang mengganggu jalan sehingga jalan tersebut bisa aman digunakan bagi pelintas jalan,” tambahnya. Satgas Yonif RK 744/SYB. //Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: