Warga Masyarakat Dusun Londok Desa Sugihmukti, Kabupaten Bandung Kondisi Kehidupannya Miris Selama 76 tahun

KABUPATEN BANDUNG_JABAR – Mediabhayangkara1.com | Kehidupan Warga Masyarakat Desa di Dusun Londok, Desa Sugihmukti selama 76 tahun sangat miris, pasalnya tidak mendapatkan hidup yang layak.

Hal ini, terbukti saat dikunjungi Dedi Sahrul Alam sebagai bagian dari Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR RI ) komisi V dari Fraksi – PDIP, untuk melihat secara langsung segala permasalahan dan potensi yang ada di Dusun Londok Sugihmukti, didampingi oleh kepala Desa Sugihmukti, Ruswan Bukhori, Pada Minggu, (21/11/21).

Warga yang ada di Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, kabupaten Bandung di Dusun Paranggong atau Londok yang berbatasan langsung dengan kabupaten Cianjur, Kata Kepala Desa, “ini bisa dibilang Jalan tersebut merupakan lintas perekonomian dua kabupaten terutama desa yang berada di kabupaten cianjur mereka menjual hasil pertaniannya ke kabupaten bandung melalui akses jalan tersebut sehingga harapan ini bukan hanya dari masyarakat desa sugihmukti kecamatan pasirjambu kabupaten bandung saja tapi harapan dari masyarakat desa yang berada di kabupaten cianjur,” Ungkap Kepala Desa.

Diketahui, Akses untuk perekonomian utama untuk warga masyarakat di desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu yang menghubungkan ke enam Desa di Kabupaten Cianjur diantaranya, Desa Mekar Jaya, Cibuluh, Puncak Baru, Puncak Bayuning, Cimaragang, dan desa Mekar Mukti, yang masuk wilayah Kabupaten Cianjur.

Permasalahan utama yang ada di dusun Londok serta beberapa dusun yang ada didesa Sugihmukti yaitu permasalahan akses jalan kabupaten yang masuk ke desa dan sudah tidak ada lagi keberadaan akses tersebut, belum lagi sarana listrik.

Kepala Desa Sugihmukti, Ruswan Bukhori menjelaskan jika jalan kabupaten didusun Londok dan kampung lainnya adalah akses utama yang bisa menghubungkan antara Cianjur dan Garut melewati Desa Sugihmukti, kecamatan Pasirjambu, sebab itu adalah jalan akses utama.

” kini akses jalan itu tidak ada lagi,” ungkap Kades kepada MB1.

Warganya yang berada didusun – dusun diDesa Sugihmukti, tambah kades mengakui, kehidupannya sangat memprihatikan, Seperti permasalahan listrik atau penerangan.

“Warga disini sangat memperihatinkan, sudah 76 tahun negeri ini merdeka, tetapi ada beberapa dusun diwilayah belum menikmati yang namanya penerangan atau listrik dari negara,” Ungkap Dia.

Dirinya menjelaskan, untuk mendapatkan listrik untuk penerangan, warga disini harus bergotong royong membuat aliran listrik dengan menggunakan kincir air.

“Belum lagi akses lintas jalan utama yang berada dikampung paranggong atau Londok dan kampung lainnya itu masih hancur dan rusak parah,” katanya.

Akibatnya, Kata Dia, sangat berdampak pada perekonomian bagi warga masyarakat disini.

“Sudah puluhan tahun akses jalan utama yang rusak parah ini tidak pernah mendapatkan perhatian, baik dari pemerintahan kabupaten maupun Pemerintahan Provinsi,” ujar dia.

Padahal, ungkap kades, karna akses jalan yang rusak arah, mengakibatkan adanya korban korban dari permasalahan ini.

Seperti permasalahan kemanusiaan terhadap kaum perempuan yang sedang hamil, banyak kaum perempuan yang hamil itu harus keguguran, jika ingin melahirkan (bersalin) saat melintasi jalan yang rusak parah serta berbatuan seperti ini terus saja dibiarkan oleh semua pihak terutama, para anggota dewan yang ada di kabupaten Bandung, provinsi, beserta bupati dan gubernurnya di jawa barat ini.

” Seperti yang dikatakan Presiden RI mengatakan jika akses infrastruktur jalan adalah suatu yang utama untuk menciptakan percepatan perekonomian ditiap daerah khususnya pedesaan,” Papar Ruswan Bukhori.

Warga masyarakat disini, Sambang dia, meminta perhatian penuh dari pemerintah daerah, Provinsi maupun pusat untuk bisa memberikan perhatian penuh.

Warga sekitar saat diwawancarai, Pewarta MB1 mengatakan sangat membutuhkan akses jalan utama Kabupaten dengan akses jalan yang bagus.

agar pada saat distribusi hasil pertanian dan lainnya bisa dikirimkan secara cepat untuk dijual, tidak mahal biaya pendistribusiannya.

“jalan yang seharusnya ditempuh dalam waktu 3 jam, karena jalannya rusak parah, bisa menjadi 6 hingga 10 jam, dan tentunya biaya harus keluar biaya besar,” Kata Warga kepada MB1.

Melihat secara langsung keadaan kondisi jalan dan kehidupan warga yang memprihatinkan itu, Dedi Sahrul Alam sebagai bagian dari sekjen DPR RI komisi V dari Fraksi PDIP mengatakan jika dirinya miris melihatnya.

 

Dirinya, sangat menyesalkan bahwa masih ada permasalahan seperti ini dan seolah olah ditutupi oleh pemerintahan kabupaten bahkan provinsi Jawa barat.

“tidak mungkin pemerintah Kabupaten dan provinsi tidak mengetahuinya, terlebih para anggota dewannya yang katanya bagian dari mewakili masyarakat,” Ungkap Dedi Sahrul Alam.

“Dan ini harus segera dilaporkan ke pemerintah pusat atau Presiden,” Sambung Dia.

Sebab dirinya, (Presiden), Kata Dedi, sudah pasti tidak mengetahuinya permasalahan yang ada, jika tidak dilaporkan.

“pada dasarnya Presiden ingin agar masyarakat menyampaikan secara langsung permasalahan maupun potensi yang ada ditiap wilayah di negeri ini dan ingin segera terbangunnya percepatan perekonomian dimasa pandemi Covid-19 yang telah membuat suatu bencana bagi perekonomian dan kemanusiaan serta sosial lainnya,”jelasnya, Dedy Sahrul Alam.

Disisi lain, masih dia, pengaturan masyarakat desa dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, menjadikan masyarakat desa menjadi subyek.

Hal ini diharapkan, lanjut Dedi, dapat mengembangkan tradisi masyarakat madani yang otonom dalam kehidupan bersama, yang akan mengantarkan perjalanan kehidupan masyarakat desa cepat tumbuh dan berkembang menjadi urbanized dan menjadi masyarakat dengan peradaban kota.

“Piagam Hak Warga atau Konstitusi Masyarakat Desa merupakan salah satu upaya untuk menjamin terpenuhinya hak-hak masyarakat Desa, baik yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa maupun yang dijamin dalam peraturan perundang-undangan lainnya,” dijelaskan oleh Dedi Sahrul Alam sebagai bagian dari sekjen di DPR RI dari fraksi PDIP.

 

 

Syarif Hidayat

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: