Warga Mengeluh Limbah Abu Batu Bara PT. SAKURA TEX Cemari Rumah Dan Lingkungan Bahkan Berdampak Ke ISPA

BHAYANGKARA 1_KABUPATEN BANDUNG | Terindikasi ada unsur pembiaran dan kesengajaan oleh Managemen PT. Sakura tex (BSTM) Pabrik Tekstil yang berada Persis di seberang SPBU atau Kelurahan Pasawahan Kabupaten Bandung Jawa Barat, bahkan diduga limbah abu batu bara hasil Produksi milik PT. Sakura Tex tanpa diolah sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup.

Sementara pencemaran limbah abu batu bara melalui cerobong asap pabrik BSTM bukan baru – baru ini saja, akan tetapi abu batu bara tersebut sudah berjalan belasan tahun kebelakang berterbangan ke pemukiman warga masyarakat RW.10/15/04 kelurahan Pasawahan Kacamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, yang menurut warga masyarakat terkesan ada unsur kesengajaan dan pembiaran.

Bahkan dampak dari pencemaran limbah abu batu bara PT. Sakura Tekstil tersebut, pada beberapa hari yang lalu sebelum terbitkannya pemberitaan media bhayangkara1.com ini, ada beberapa perwakilan warga masyarakat yang mengingatkan dengan tegas kepada Manajemen PT. Sakura Tekstil agar pengelolaan limbah abu batubara jangan dianggap sepele, bahasa dari masyarakat sama saja dengan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Mb1 pada tanggal 22 September 2021 kebetulan mendampingi beberapa perwakilan warga masyarakat, mengkonfirmasi sangat menyayangkan klasifikasi kedua Humas PT. Sakura justru lempar bola ujar nya bukan BSTM saja yang diduga melakukan pencemaran limbah abu batu bara termasuk selama ini Pabrik HAKATEX, juga sebagai pelaku pencemaran limbah abu batu bara, hal lainnya dikatan RD di hadapan para perwakilan warga masyarakat RW.10/04/15 di sela pertemuan mengatakan akan menyampaikan kepada Direksi untuk segera dirapatkan.

Berbeda dengan keluhan salah satu perwakilan RW.15 EH, bahwa limbah abu batubara yang mengudara selama ini, sebetulnya mau di demo oleh warga, tapi karna ada salah seorang warga masyarakat yang boleh dibilang disegani sebut EH saudara RN, makanya warga masyarakat meminta agar di wakilkan ke beberapa tokoh pemuda dan masyarakat saja.

Dikutip dari salah satu perwakilan RW. 04 EN yang sempat geram kepada salah satu Humas Sakura Tekstil, diruang pertemuan karna RD spontanitas mengatakan limbah abu batu bara yang mencemari beberapa RW di kelurahan Pasawan selama ini bukan BSTM saja, termasuk milik PT. HAKATEX, Juga ujar RD, kata EN diduga banyak warga masyarakat selama ini yang terkena infeksi saluran pernapasan (ISPA) akibat limbah abu batu bara milik PT. Sakura, mungkin Managemen Sakura nggak tahu itu atau pura – pura nggak tahu.

EN meminta atensi buat Perusahaan bahwa zat-zat yang bersifat racun dalam abu batubara ini diperkirakan tidak hanya mencemari tanah, udara dan air setempat, tetapi juga akan menyebabkan kerusakan pada kesehatan manusia melalui rantai makanan, EN menegaskan, meski limbah abu batu bara bermanfaat untuk berbagai keperluan, karena dapat diolah menjadi berbagai produk batako, konkret penahan ombak, hingga tanah urukan, namun tidak berarti dampak kesehatan lingkungan dari limbah dengan volume yang tidak bisa dihitung tersebut dapat diabaikan.

DE juga salah satu perwakilan warga RW.10 setelah selesai pertemuan kepada Managemen Sakura Tekstil, meminta agar DLH kabupaten Bandung, Unit Tipiter Polresta bandung, segera menindaklanjuti keluhan warga RW. 10/15/04, karna persoalan limbah dan polusi pabrik jika tidak ditangani dengan baik, akan merugikan masyarakat yang tinggal di sekitarnya, sementara nasib apes akibat limbah abu batu bara bukan saja secara perorangan tetapi warga masyarakat yang radius nya berdekatan dengan Sakura Tekstil atau yang lebih dikenal BSTM setiap hari rumahnya terkena debu sisa pembakaran abu batu bara ujar DE.

Untuk dijadikan atensi Managemen PT. Sakura Tekstil insya allah dalam waktu dekat ini karna bagi perusahaan nakal Sanksinya berjenjang, bahkan pidana kalau memang perusahaan ngotot juga berulah, ujar EN, EH dengan DE akan dorong ke Bupati bandung agar izin beroperasi nya dicabut karna bukan satu kali saja perusahaan lakukan pencemaran, terangnya dalam Undang-Undang No­mor 32/2009 tentang Per­lin­dung­an dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pasal 98 dinyatakan.

Setiap orang yang melakukan perbuatan dengan sengaja yang mengaki­batkan dilampauinya ambang baku mutu udara, air laut, air su­ngai, air danau, dan ke­rusak­an lingkungan hidup dapat didenda minimal 3 miliar dan maksimal 10 miliar dan penjara minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun, sanksi paling ringan saat perusahaan melanggar ialah teguran, kami akan dorong agar DLH Kabupaten bandung melakukan pe­meriksaan dengan mengambil sampel emisi di cerobong pembuang­an limbah abu batu bara milik PT. Sakura Tekstil yang berada di jalan moch toha kelurahan Pasawahan kecamatan Daheuhkolot Kabupaten bandung tersebut.

 

 

 

US_Mb1

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: